SEARCH BLOG

Entri Populer

SMANSA MEMPAWAH

SMANSA MEMPAWAH

VISITORS

JOIN YA

ATLETIK

Kamis, 01 November 2012



Materi Atletik, Nomor Lari dan Lompat



Kali ini saya akan menampilkan materi olahraga khususnya teori tentang atletik. walaupun materi ini bisa kita dapatkan dari buku tentang olahraga tetapi tidak ada salahnya jika lewat media ini ditampilkan kembali dengan harapkan akan menambah perbendaharaan bahan ajar bagi mata pelajaran penjasorkes. Mengetahui materi cabang atletik khususnya nomor lari dan lompHat silahkan lihat di bawah iniSejarah:
Atletik merupakan olahraga yang tertua. Sejak jaman prasejarah manusia sudah mengenal lari. berburu, lempar lembing dan lain-lain. Olahraga atletik berkembang menjadi cabang olahraga lainnya sehingga atletik disebut mother of sport, yaitu ibu dari segala cabang olahraga lainnya.Pada Zaman Yunani kuno Atletik diadakan dengan tujuan mencari orang yang terkuat, tercepat dan tertinggi (portius, altius ,dan sitius) atletik diperlombakan di olimpiade modern tahun 1896 di kota Athena Yunani. Sedangkan di Indonesia atletik diperlombakan pertama kali pada PON ke-1 di Solo tahun 1948.
Cabang Atletik meliputi nomor jalan, lompat, dan lempar. Pelaksanaan cabang atletik ini dilakukan di lapangan yang disebut track and fiel atau lintasa dan lapangan.
Setelah mempelajari materi ini diharapkan mampu:
1. Mempraktikan variasi dan kombinasi teknik dasar lari dan lompat.
2. Bersikap sportif, percaya diri dan toleran dan menjaga keselamatan berolahraga
3. Mempunyai pengetahuan tentang atletik.
Lari adalah gerakan melangkah dengan kecepatan tinggi. Sedangkan perbedaan lari dengan jalan adalah pada saat jalan salah satu kaki selalu berhubungan dengan tanah sedangkan pada saat lari ada saatnya tubuh melayang di udara atau tidak menyentuh tanah.
Nomor-nomor Lari terdiri dari:
1. lari jarak pendek
a. putra: 100 m, 200 m, dan 400 m
b. putri; 100 m, 200 m, dan 400 m
2. lari jarak menengah
a. putra: 800 m, 1500 m, dan 3000 m (special chosse)
b. putri: 800 m, 1500 m, dan 3000 m
3. lari jarak jauh putra: 5000 m dan 10000 m
4. lari estafet
a. putra 4 x 100 m, dan 4 x 400 m
b. putri 4 x 100 m, dan 4 x 400 m
5. lari gawang
a. putra 110 m, dan 400 m
b. putri 100 m, dan 400 m
6. lari marathon putra/putri 42,195 m
Gambar track and fiel
sumber: wikipedia.org

Nomor Lompat:
lompat merupakan salah satu bagian dari cabang olahraga atletik. Lompat adalah memindahkan tubuh ke ke depan atas dengan didahului dengan awalan lari dan tumpuan satu kaki.

Nomor lompat terdiri atas:
1. lompat jauh.
2. lompat tinggi
3. lompat galah
4 lompat jangkit

Pada dasarnya teknik dasar lompat terdiri dari:
a. Teknik awalan yaitu: berlari pada lintasan awalan dari pergerakan lari lambat, lari dipercepat, hingga papan tumpuan.

b. Teknik tumpuan yaitu: tumpuan dilakukan dengan kaki yang terkuat, aktif dan cepat di papan tumpuan. Pinggang bergerak lurus ke depan, kedua tangan diayun ke depan.

c. Teknik melayang di udara yaitu: kedua kaki diluruskan dan cepat dibengkokan, badan condong ke depan, kedua tangan membantu ayunan tubuh.

d. Mendarat
Saat mendarat hindari gerakan tubuh berat ke belakang, karena akan mengurangi daya dorong ke depan.

teknik mendarat adalah: kedua kaki lurus sebelum mendarat lalu dibengkokan, badan condong ke depan, kedua lengan diayun de belakang terakhir punggung didorong maksimal ke depan.
Gambar lapangan lomat jauh:

sumber: Bse.kemdiknas.go.id

LEMPAR LEMB

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Cabang olahraga atletik adalah ibu dari sebagian besar cabang olahraga (mother of sport), di mana gerakan-gerakan yang ada dalam atletik seperti: jalan, lari, lompat dan lempar dimiliki oleh sebagian besar cabang olahraga, sehingga tak heran jika pemerintah mengkategorikan cabang olahraga atletik sebagai salah satu mata pelajaran pendidikan jasmani yang wajib diberikan kepada para siswa mulai dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah lanjutan menengah atas, sesuai dengan SK Mendikbud No. 0413/U/87.
Lempar lembing merupakan bagian dari nomor lempar yang terdapat dalam cabang olahraga atletik. Dalam lempar lembing terdapat lari awalan dan kebutuhan akan koordinasi gerak lempar yang lancar, yang dilakukan sambil berlari dalam kecepatan optimal.
Lempar lembing mempunyai kekhususan bila dibandingkan dengan lempar cakram dan tolak peluru, dimana lempar lembing tidak ditentukan oleh tinggi, berat badan dan kekuatan maksimum si atlet, tetapi membutuhkan power dan kekuatan khusus lempar di atlet sebagai hasil dari panjangnya lari awalan. Oleh karena itu secara teknis, lembing hanya dapat dilempar dengan baik bila dilakukan dengan irama, timing, serta koordinasi gerakan halus yang dimulai dari kaki, tungkai, torso, dan lengan.
Selanjutnya gerakan dalam lempar lembing dapat dianalisis dan dihubungkan dengan prinsip-prinsip dalam biomekanika.
B.    Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat ditulis rumusan masalah, yaitu ”Bagaimanakah analisis untuk gerakan lempar lembing jika dihubungkan dengan prinsip-prinsip biomekanika?”
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam lempar lebing terdapat 3 cara untuk memegang lembing (Grip), yaitu:
1.    Pegangan ibu jari dan jari telunjuk.
Dalam posisi ini ibu jari dan jari telunjuk berada di belakang tali balutan lembing, sedangkan jari-jari yang lain berada di dalam ikatan.
2.    Pegangan ibu jari dan jari tengah.
Posisi ibu jari dan jari tengah berada di belakang tali balutan, sedangkan jari telunjuk memanjang badan lembing.
3.    Pegangan ”V”
Dalam pegangan ini lembing dipegang diantara jari telunjuk dan jari tengah. Pegangan ini dapat mencegah terjadina cedera pada saat siku diluruskan berlebihan (Over extended).
Lembing yang digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram dengan panjang 2,70 m, sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2,30 m.
Gambar lapangan lempar lembing:

Untuk melakukan gerakan melempar dalam lempar lembing dapat dilakukan dengan teknik gerakan lempar yang dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:
1.    Lari Awalan (Approach)
Posisi awal, pelempar berdiri tegak menghadap ke arah lemparan dengan kedua kaki sejajar. Lembing dipegang pada ujung belakang balutan tali memungkinkan suatu transfer kekuatan di belakang titik pusat grafitasi, sedangkan jari-jari mengimbangi tahanan dengan baik. Lengan kanan atau yang digunakan untuk membawa lembing ditekuk dengan lembing dibawa setinggi kepala dengan mata lembing menunjuk sedikit ke atas.
2.    Lari Awalan 5 Langkah
Yang dimaksud lari awalan di sini adalah sepanjang 5-8 langkah sesuai dengan kemampuan dalam lari sprint, seperti suatu lari percepatan dah harus dalam satu garis lurus. Lembing masih dibawa dalam posisi setinggi kepala dengan mata lembing tetap menunjuk sedikit ke atas. Punggung tangan menghadap ke arah luar (latera). Selama lari lengan yang membawa lembing bergerak hanya sedikit, sedangkan lengan yang lain bergerak sesuai dengan irama lari. Lima langkah mengikuti lari awalan yang siklis tanpa suatu gangguan/interupsi. Urutan langkah itu adalah kanan – kiri – kanan – kiri – lempar.
Articulation merupakan sumbu putaran ketika melakukan lompatan Dan gerak persendian ketika atlet tersebut berlari merupakan gerak berputar dimana pusat putaran tersebut  ada pada
1.    Articulacio humeri merupakansumbu putaran ketika mengayunkan tangan.
2.    Articulation coxae merupakan sumbu putaran saat mengayunkan tungkai.
3.    Articulation merupakan sumbu putaran ketika melakukan lompatan
Gerakan penarikan lembing dimulai pada saat kaki kiri mendarat, bahu kiri menghadap ke arah lemparan, lengan kiri ditahan di depan untuk menjaga keseimbangan. Sedangkan lengan yang melempar diluruskan ke belakang pada waktu langkan 1 dan 2, dan lengan pelempar ada pada posisi setinggi bahu atau sedikit lebih tinggi setelah penarikan, serta ujung mata lembing dikontrol selalu dekat dengan kepala atau di samping telinga. Dalam hitungan 3, lembing harus benar-benar lurus dan hitungan 4 lakukan silang/dorongan aktif dengan kaki kanan ke depan bukan ke atas menuju arah lemparan, badan condong ke belakang, bahu kiri dan kepala menghadap ke arah lemparan, poros lengan pelempar dan bahu paralel, dan langkah impuls adalah lebih panjang daripada langkah pelepasan/delivery. Hitungan kelima atau langkah kelima mengikuti dengan menempatkan kaki kiri yang diluruskan dan dikuatkan pada tumit masuk ke posisi power (power position).
Dalam posisi power, lengan pelempar dengan lembingnya benar-benar berada di belakang, membentuk garis lurus dengan bahu. Poros lembing dan poros bahu adalah paralel, sedangkan mata memandang ke depan. Pusat massa badan bergerak ke arah lemparan lewat atas kaki kanan  dan dikontrol oleh kaki yang diluruskan. Sedangkan kaki kiri memblok separo bagian kiri badan. Dada mendorong ke depan dan menghasilkan ”tegangan seperti tali busur” yang memungkinkan penggunaan sepenuhnya dari kaki , torso, dan lengan pelempar. Tegangan busur meningkat dengan menahan lengan ke belakang. Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar di bawah ini:
3.    Pelepasan Lembing
Gerakan pelepasan lembing adalah gerakan penting untuk suatu lemparan yang baik, bahwa bahu, lengan atas, dan tangan bergerak berurutan. Mula-mula bahu melempar secara aktif di bawa ke depan dan lengan pelempar diputar, sedangkan siku mendorong ke atas.
Pelepasan lembing itu terjadi di atas kaki kiri. Lembing lepas dari tangan pada sudut lemparan kira-kira 45° dengan suatu gerakan seperti ketapel dari lengan bawah tangan kanan. Kaki kanan meluncur di tanah. Pada waktu lembing lepas terjadi pada suatu garis lurus dapat digambarkan dari pinggang ke tangan pelempar yang hanya sedikit ke luar garis vertikal, sedangkan kepala dan tubuh/torso condong ke kiri pada saat tahap pelepasan lembing. Lengan kiri ditekuk dan memblok selama pelepasan lembing.
Setiap benda yang ada dibumi akan dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi meski seringan apapun benda  tersebut. Inilah yang menjadi penyebab mengapa setiap benda yang bergerak dia akan berhenti karena adanya gaya gravitasi tersebut. Seperti halnya yang terjadi pada lembing, setelah melambung tinggi maka lembing tersebut akan jatuh dan menancap di tanah.
Saat melempar lembing diperlukan keseimbangan untuk mempertahankan posisi tubuh ketika melempar. Tubuh mengupayakan untuk menjaga keseimbangan dengan memusatkannya pada satu kaki tumpuan teori  yang tepat yaitu keseimbangan dipengaruhi oleh letak segmen-segmen anggota tubuh.
Ketika hendak melempar lembing melemparkan benda maka moment gaya juga harus kita perbesar sebab semakin besar moment gaya maka gaya yang dihasilkan juga akan semakin besar jadi juga dapat menghasilkan lemparan yang jauh. Semakin besar power kita dalam melempar benda  maka akan semakin besar pula kecepatan benda tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar di bawah ini:
4.    Pemulihan
Pemulihan terjadi sebelum garis batas dengan suatu pembalikan arah lemparan ke kaki kanan. Lutut ditekuk secara signifikan dan pusat massa badan diturunkan dengan membengkokkan badan bagian atas ke depan.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari uraian pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh hasil lemparan yang optimal diperlukan rangkaian gerakan yang benar dan penerapan asas-asas atau prinsip-prinsip dalam biomekanika yang tepat. Sehingga dalam olahraga ini tidak hanya otot yang diandalkan. Keharmonisan gerakan antara tungkai, lengan, dan torso disertai dengan irama dan timing yang tepat merupakan kunci dari keberhasilan melakukan gerakan lempar lembing.
B.    Saran
Yang dapat kami sarankan untuk para pembaca adalah bahwa dalam memdalami atau bila kita akan melakukan gerakan lempar lembing selain memperhatikan kesiapan fisik juga harus memperhitungkan prinsip-prinsip biomekanika yang terjadi dalam gerakan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Purnomo, Eddy. (2007). Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta.
Mahayana, Mukti. (2009). Biomekanika. Dari:
Be the first to like this.

TEKNIK DASAR START JONGKOK

Selasa, 05 Juni 2012




Start Jongkok merupakan salah sikap atau gaya paling mendasar yang harus dilakukan oleh seorang pelari ketika akan melakukan gerakan berlari (lari jarak pendek). Karena dengan cara ini seorang pelari akan mendapatkan Teknik start jongkok yang baik dan benar. Berikut ini beberapa teknik dasar start jongkok yang harus dipelajari oleh seorang pelari yaitu :
Teknik Dasar Start Jongkok Pada Aba-aba “Bersedia”
Cara melakukannya :

Letakkan tangan lebih lebar sedikit dari lebar bahu. Jari-jari dan ibu jari membentuk huruf V terbalik. Bahu condong ke depan, sedikit di depan tangan dan lengan lurus.
Kepala sedemikian rupa sehingga leher tidak tegang, dan pandangan ke depan kira-kira 2,5 meter di muka garis start.
Jarak letak kaki terhadap garis start tergantung dari bentuk start yang digunakan.
Teknik Dasar Start Jongkok Pada Aba-aba “Siap”
Cara melakukannya :

Angkat penggul ke depan atas dengan tenang sampai sedikit lebih tinggi dari bahu, garis punggung sedikit menurun ke depan, dan erat badan lebih ke depan.
Kepala rendah, leher tetap kendor, pandangan ke bawah kira-kira 1-1,5 meter di muka garis start.
Lengan tetap lurus dan lengan tidak boleh bengkok.
Pada waktu mengangkat panggul, ambil napas dalam-dalam
Pusatkan perhatian pada bunyi pistol start.
Teknik Dasar Start Jongkok Pada Aba-aba “Ya”
Cara melakukannya :

Ayunkan lengan kiri ke depan dan lengan kanan ke belakang kuat-kuat,
Kaki kiri menolak kuat-kuat sampai tekejang lurus. Kaki kanan melangkah secepat mungkin, dan secepat itu pula mencapai tanah.
berat badan harus meluncur ke depan.
Langkah lari makin lama makin menjadi lebar. 6-9 langkah pertama merupakan langkah peralihan dari langkah-langkah start ke langkah-langkah lari dengan kecepatan penuh.
Gerakan Lari
Setelah melakukan gerakan Start dengan langkah-langkah peralihan yang meningkat makin lebar dan condong badan yang berangsur-angsur berkurang, kemudian dilanjutkan dengan melakukan gerakan lari cepat. Cara melakukan gerakan lari cepat yaitu :

Kaki menolak dengan kuat sampai terkejang lurus. Lutut diangkat setinggi panggul, tungkai bawah mengayun ke depan untuk mencapai langkah lebar.
Usahakan agar badan tetap rileks, badan condong ke depan dengan lutut antara 25-30%. gerakan lengan jangan terlalu berlebihan.
Gerakan Melewati Garis Finish
Dalam praktiknya, teknik melewati garis finish biasanya pelari tanpa melakukan apa-apa dan berusaha berhenti kira-kira setelah 5 meter melewati garis finish.


CARA BELAJAR EFEKTIF PELAJAR TELADAN

Senin, 26 Desember 2011

SETIAP pelajar pasti ada keinginan untuk pintar dan bahkan menjadi pelajar teladan.Iya kan…? Bila kita cermati, semua orang memiliki potensi alami yang dianugerahkan Allah SWT; potensi untuk pintar, potensi untuk maju, potensi yang jadi genius dan lainnya untuk berbagai kebutuhan.Jadi semua orang memiliki potensi, termasuk potensi untuk menjadi pintar; pelajar teladan! Namun. Untuk mencapai semua itu sangat tergantung pada diri kita sendiri dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi dasar tersebut.Asalkan kita mau berusaha dengan penuh keyakinan, kesungguhan/serius, disiplin, percaya pada diri sendiri, dan lainnya. Juga dibarengi dengan siap mental, berlatih dan belajar dengan baik serta berdoa. Lantas bagaimana cara belajar yang baik dan efektif untuk menjadi seorang pelajar teladan? Sebenarnya, cara belajar ‘sang pelajar teladan’ ternyata tidaklah istimewa, karena sama dengan pelajar lainnya. Namun, cara belajar pelajar teladan adalah “lebih” dalam segala hal; mereka lebih rajin, lebih disiplin, lebih taat, lebih serius, lebih tekun, lebih ulet, lebih kreatif, lebih dinamis, lebih…dan lebih.Selain itu, penulis sempat mengungkap ‘referensi’ dari berbagai sumber mengenai kebiasaan belajar yang dilakukan para pelajar teladan, di antaranya: 1) Disiplin dalam segala hal terutama dalam aktivitas belaja, misalnya mendisiplinkan waktu belajar, menngusahakan agar mentaati, mematuhi, menepati tata tertib belajar/jadwal belajar/waktu belajar.Supaya belajar teratur dan tepat waktu, maka harus dibuatkan jadwal belajar. 2) Belajar lebih intensif, bersungguh-sungguh, giat dan secara mendalam untuk memperoleh efek/hasil yang maksimal, terutama untuk mencapai tujuan dalam waktu yang lebih singkat. 3) Mengulang pelajaran untuk menguatkan ingatan, misalnya dilakakukan pada waktu jam istirahat. Tak perlu lama-lama, hanya membaca-baca saja, membaca sekilas pelajaran yang dijelaskan guru di kelas.Bukan menghapal. Nah nanti, ketika menghadapi ulangan, kita hanya melakukan penyegaran. 4) Selain kewajiban, jadikanlah belajar/menuntut ilmu itu sebagai kebutuhan hidup manusia dalam mengarungi kehidupan ini.Sebab, ilmu itu merupakn kebutuhan manusia untuk dapat berkiprah di muka bumi ini, dimana manusia mempunyai tugas untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Juga ilmu berguna sebgai senjata untuk kelangsungan hidup manusia.Bahkan tanpa ilmu, niscaya manusia seperti binatang. 5) Bikinlah jadwal khusus siang-malam untuk menghilangkan rasa malas. Jika ada jadwal, maka kita dituntut untuk mematuhi jadwal itu.Ingat, bahwa ‘belajar’ menuntut ilmu itu adalah kewajiban dan kebutuhan manusia. Berusahalah semaksimal mungkin untuk selalu mentaati dan mematuhi jadwal yang kita bikin itu. 6) Konsentrasi pada pelajaran yang sedang kita hadapi secara penuh. Jangan sampai terganggu dengan hal-hal sepele, misalnya mendengarkan musik, ngobrol dengan teman, makan camilan dan lainnya. 7) Suasana sekitar tempat belajar harus tenang, hening, adem, sunyi dan sepi karena akan menciptakan kekhusyuan/konsentrasi yang lebih baik untuk kelancaran saat berlangsungnya belajar. Hindari suasana bising seperti suara musik yang dapat mengganggu konsentrasi. Sebaiknya kita memiliki ruang khusus belajar agar tidak ada yang mengganggu. 8) Belajar harus bisa dimana saja. Koq begitu? Bukankah di atas disebutkan, bahwa kita harus belajar di ruang khusus? Ruangan khusus itu untuk melatih konsentrasi, melatih kebiasaan, dan dengan metode tertentu. Selanjutnya dimana pun kita berada, konsentrasi kita sudah peka, kareana terlatih dan terbiasa. Dengan demikian, kita bisa belajar di mana saja, tak terkecuali di ruangan bising atau di pusat keramaian. 9) Penambahan materi pelajaran, misalnya dengan cara memiliki rangkuman khusus setiap pelajaran, dan kita harus punya Buku Paket agar menambah wawasan pengetahuan. 10) Manfaatkan perpustakaan sekolah sebagai gudang ilmu. Karena semakin sering mengunjungni perpustakaan sekolah, maka akan semakin banyak pula ilmu pengetahuan kita, tidak hanya mata pelajaran saja. Bacalah semua buku-buku koleksi yang ada di perpustakaan sekolah. 11) Dan terakhir, adalah mencatat sekaligus memperhatikan guru yang sedang memberikan materi pelajaran di depan kelas. Sebab, kunci keberhasilan dalam belajar adalah seriua memperhatikan guru yang menerangkan materi pelajaran.Semoga berhasil menjadi pelajar teladan. sumber :http://tabloidlintaspena.blogspot.com

NILAI UAS PENJASKES SMANSA MPW

Rabu, 14 Desember 2011



 
NILAI UAS PENJASKES KELAS X, XI IPA, XI IPS, XII IPA SMT GANJIL 2011
XA


XB

NO NAMA NILAI
NO NAMA NILAI
1 ACHMAD MAULANA 66
1 ADITIA RIANDA 82
2 ADE GUNAWAN 62
2 ADNAN S 70
3 ALVONSUS BENI 68
3 AMINULLAH A 76
4 AULIYA MARDHIAH P 64
4 ARIEF N 58
5 AYU SUSILAWATI 74
5 AULIA DINI A 72
6 DESI AULIA 54
6 BAMBANG A.R 72
7 DINDA AMALIA 84
7 DELA ANGGINI 52
8 DWINDA KHALISTA B 76
8 DESY AMALIA 70
9 EKA RIZKI WAHYUNI 84
9 DEVIE KHALEDA 72
10 FITRIANSYAH REZA P 84
10 DINA PRAYONO 76
11 FIYATNA SARI 78
11 ELSA AURELIA S A 72
12 HAFIZHAH A 82
12 FIKRI A M 64
13 HERI ISWANDI 82
13 HERY SAPRIADI 66
14 HERU HANANTO 70
14 IRNA APRILLIA 82
15 IKBAL A 72
15 ITA PURNAMA S 70
16 LEA FITRIANI 52
16 LILI KURNIATI 62
17 MAUDY NADYA 60
17 MARTIKA RATNA S 66
18 MUHAMMAD TAUFIQ 62
18 M IKHSAN 84
19 NAHRUJI 66
19 NITA MURSYIDA 62
20 NOFIA PRATIWI 50
20 NUR AMALIA 72
21 PACHMY ELHAQ 68
21 RATIH PRIHASTI 58
22 RATRI PRIHESTI 56
22 RESI AGUSTIRA 56
23 RESTI 40
23 RHINENDY SETIO 82
24 SEPTI WULANDARI -
24 RIANDI PRAYUDA 70
25 SURYANI 52
25 RICA JULISTIA 54
26 TIARA ARLETTA L 72
26 RISKI AYU O 62
27 TIYAS ARYANI 66
27 RYSKA N Z 40
28 VRINKA VIZURA 68
28 TOMY R 78
29 YA' PUJA P 54
29 UMI RAWDHATUL I 76
30 YOSY SYAFITRI 56
30 UTIN MEUTHIA A 50
31 YUYUN GADIS S 56
31 WURI KUSUMA W 84
32 ZAINAL M 76
32 YOGA WISNU S A 66






10 Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses

Minggu, 11 Desember 2011

google : Einstein
Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein. Tidak ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius lainnya. Hanya hal kecil tapi sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Apa saja nasehat bijak Einstein? Yuk kita lihat.

1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda
"Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."
Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

CARA MEMBAGI WAKTU DI SEKOLAH DAN EKSKUL

Rabu, 07 Desember 2011


Kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) merupakan suatu kegiatan siswa di luar kegiatan belajar mengajar di sekolah yang sangat potensial untuk menciptakan siswa-siswa yang kreatif, berinovasi, trampil, dan berprestasi. Kegiatan ekstra kurikuler ini sangat signifikan, karena banyak anak-anak yang pintar merupakan anak-anak yang pandai membagi waktu dengan banyak aktivitas yang dilakukannya sehingga membuatnya menjadi anak yang cerdas.
Ekstrakulikuler juga dapat menjadi sarana siswa untuk belajar bersosialisai dan berorganisasi yang akan menjadi bekal di masa depan, tetapi ekskul harus di imbangi dengan kemampuan untuk membagi waktu sehingga tidak mengurangi efektifitas belajar siswa dalam arti lain siswa harus mengutamakan kegiatan belajar di sekolah daripada ekskul. Terkadang ekskul dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah, walaupun tidak sering tetapi sangat mempengaruhi berbagai aspek penilaian. Untuk itu kita perlu tau cara membagi waktu di sekolah dan kegiatan di luar sekolah, berikut adalah tips atau cara membagi waktu di sekolah maupun di luar sekolah :

INFO SMAN 1 MEMPAWAH

IDENTITAS SEKOLAH
  1. Nomor Statistik Sekolah : 301130202001 NIS : 30101120
  2. Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Mempawah - SKM - SBI
  3. Nama Kepala Sekolah : HAMZAH , S.Pd, M.Si
  4. Alamat Sekolah : . Jalan : Raden Kusno  kec Mempawah Hilir  Kalimantan Bara  Kode Pos : 78912 Telp  (0561) 691198
  5. Hasil Akreditasi : A (Baik)
VISI DAN MISI
a. Visi
Adapun Visi Sekolah SMA Negeri 1 Mempawah adalah : “ Unggul dalam Prestasi dan Tanggap terhadap Pembaharuan Pendidikan “.
b. Misi
Berdasarkan visi di atas, maka Misi Sekolah SMA Negeri 1 Mempawah adalah sebagai berikut :